Zero Inventory

Berikut ini adalah pengertian “Zero Inventory” yang terdapat dalam Manufaktur, Retail, B2B, dsb. Artinya dijelaskan secara umum yang terkadang maksudnya tidak terlalu terikat dengan topik utama yang bersangkutan (kecuali istilahnya memang khas pada bidang/subjek bisnis tertentu).

 

Arti Zero Inventory (Inventaris Nol) Dalam Manufaktur
Zero Inventory (Inventaris Nol); Zero inventory, also known as zero stock or zero inventory holding, refers to a manufacturing approach in which no inventory is kept on hand. Instead, materials or components are ordered and delivered just in time for production, minimizing storage costs and reducing the risk of excess inventory.

Arti Zero Inventory (Stok Nol) Pada Kamus Retail
Zero Inventory (Stok Nol); Konsep di mana pengecer tidak menyimpan persediaan atau stok produk. Produk baru dipesan atau diproduksi hanya ketika ada permintaan atau pesanan dari pelanggan. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi biaya persediaan dan meminimalkan risiko stok yang tidak terjual.

Contoh: Sebuah toko online yang menerapkan model dropshipping tidak memiliki stok fisik, melainkan menghubungkan pelanggan dengan pemasok yang mengirimkan produk langsung kepada pelanggan setelah pesanan diterima.

Arti Zero Inventory Dalam B2B
Zero Inventory; Persediaan nol, yaitu strategi manajemen persediaan di mana perusahaan berupaya untuk menjaga persediaan produk mereka pada tingkat minimum atau bahkan tidak ada persediaan sama sekali.

Contoh: Perusahaan A menerapkan zero inventory dengan menggunakan metode just-in-time untuk mengurangi biaya persediaan dan meningkatkan efisiensi operasional mereka.

 

Semoga informasi peristilahan kamus bisnis singkat ini cukup bermanfaat dan bermakna, serta menambah wawasan pengunjung website Glosarium.org dalam kosa kata yang ada pada Manufaktur,Retail,B2B, dsb. Dan, mohon maaf tidak ada penjelasan detail karena konsep website ini hanya sebagai bahan pengingat dan contekan semata.