Walk In Customer

Berikut ini adalah pengertian “Walk In Customer” yang terdapat dalam LPS, Bank, Sales Person, dsb. Artinya dijelaskan secara umum yang terkadang maksudnya tidak terlalu terikat dengan topik utama yang bersangkutan (kecuali istilahnya memang khas pada bidang/subjek bisnis tertentu).

 
Arti walk in customer (WIC) Dalam LPS
walk in customer (WIC) adalah Pengguna jasa bank yang tidak memiliki rekening pada bank tersebut, tidak termasuk pihak yang mendapatkan perintah atau penugasan dari nasabah untuk melakukan transaksi atas kepentingan nasabah tersebut
Arti walk in customer Dalam Bank
walk in customer; Istilah ini berkaitan dengan ketentuan tentang Anti Pencucian Uang (APU), adalah pengguna jasa Bank yang tidak memiliki rekening pada Bank tersebut, tidak termasuk pihak yang mendapatkan perintah atau penugasan dari Nasabah untuk melakukan transaksi atas kepentingan Nasabah tersebut.(2). (Sumber : Bank Indonesia).
Seorang walk in customer yang mencoba melakukan transaksi di dalam bank
Arti Walk-in Customer (Pelanggan Datang Langsung) Pada Kamus Sales Person
Walk-in Customer (Pelanggan Datang Langsung) Adalah Pelanggan yang datang langsung ke toko atau tempat bisnis tanpa membuat janji atau melakukan kontak sebelumnya. Fungsinya, Memberikan kesempatan kepada sales person untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan potensial.

Contoh: Seorang sales person di toko pakaian melayani pelanggan yang datang secara spontan tanpa janji terlebih dahulu.

 

Walk-in customer merupakan individu atau nasabah yang datang langsung ke cabang bank tanpa memiliki janji atau janji temu sebelumnya. Mereka hanya datang secara spontan untuk melakukan transaksi perbankan atau mendapatkan layanan dari bank.

Walk-in customer adalah siapa pun yang menjadi nasabah atau pelanggan bank dan datang langsung ke cabang bank tanpa membuat janji sebelumnya. Mereka bisa terdiri dari berbagai kalangan, seperti pemegang rekening tabungan, deposito, kredit, dan layanan lainnya.

Alasan Walk-in Customer

  • Kepentingan Mendesak: Beberapa nasabah mungkin memiliki kebutuhan mendesak yang memerlukan tindakan segera, seperti penarikan dana besar atau pembelian cek kasir.
  • Konsultasi Langsung: Beberapa nasabah mungkin merasa lebih nyaman berbicara langsung dengan petugas bank untuk mendapatkan penjelasan atau saran terkait produk, layanan, atau masalah rekening mereka.
  • Ketidakmampuan Teknologi: Beberapa nasabah mungkin belum terbiasa atau merasa tidak nyaman menggunakan layanan perbankan online atau ATM, sehingga mereka memilih untuk datang langsung ke bank.
  • Validasi Identitas: Beberapa transaksi atau permintaan layanan mungkin memerlukan verifikasi identitas tambahan, yang lebih mudah dilakukan secara langsung di cabang bank.

Tujuan Walk-in Customer

  • Melakukan Transaksi Finansial: Nasabah dapat melakukan berbagai transaksi seperti penyetoran, penarikan, pembayaran tagihan, pembelian cek, dan lain-lain.
  • Mendapatkan Layanan: Nasabah dapat mendapatkan bantuan dalam hal pembukaan rekening baru, perubahan data pribadi, permintaan cetak rekening, dan lain-lain.
  • Konsultasi dan Penjelasan: Nasabah dapat mengajukan pertanyaan atau mendapatkan penjelasan mengenai produk, layanan, atau permasalahan terkait rekening mereka.
  • Mengurus Klaim atau Masalah: Jika ada masalah atau keluhan terkait layanan atau transaksi, nasabah dapat mengurusnya secara langsung di cabang bank.
  • Verifikasi Identitas: Untuk transaksi yang memerlukan verifikasi identitas tambahan, nasabah dapat melakukannya langsung di cabang.

Terkait Pencucian Uang?

Terkait pencucian uang (money laundering), walk-in customer dalam bank juga memiliki implikasi dan peran penting. Pencucian uang adalah proses ilegal untuk menyamarkan asal usul dana yang diperoleh melalui kegiatan ilegal agar tampak seolah-olah berasal dari sumber yang sah. Bank memiliki peran krusial dalam mencegah dan mendeteksi aktivitas pencucian uang, dan walk-in customer dapat menjadi bagian dari upaya ini.

Bagaimana Mengetahui walk-in customer terkait dengan pencucian uang?

  • Pemantauan Transaksi: Bank harus memantau transaksi keuangan nasabah untuk mendeteksi pola yang mencurigakan. Saat seorang walk-in customer melakukan transaksi besar atau tidak biasa, bank mungkin perlu melakukan analisis lebih lanjut untuk memastikan bahwa dana tersebut berasal dari sumber yang sah.
  • Verifikasi Identitas: Walk-in customer yang melakukan transaksi di cabang bank mungkin perlu memberikan informasi identitas yang sah. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa transaksi tidak dilakukan oleh individu yang mencoba menyembunyikan identitas mereka dalam upaya pencucian uang.
  • Pelaporan Transaksi Mencurigakan: Bank memiliki kewajiban untuk melaporkan transaksi yang mencurigakan kepada pihak berwenang. Jika seorang walk-in customer terlibat dalam transaksi yang tidak wajar, bank harus melaporkan hal tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku.
  • Penilaian Risiko: Aktivitas walk-in customer dalam cabang bank harus dinilai dalam konteks risiko pencucian uang. Jika ada tanda-tanda mencurigakan, bank harus melakukan evaluasi risiko secara menyeluruh untuk memutuskan tindakan lanjut yang diperlukan.
  • Edukasi dan Pelatihan: Bank harus melibatkan karyawan dalam program edukasi dan pelatihan terkait pencegahan pencucian uang. Karyawan yang berinteraksi dengan walk-in customer harus mampu mengenali tanda-tanda pencucian uang dan melaporkan aktivitas mencurigakan dengan tepat.

Semoga informasi peristilahan kamus bisnis singkat ini cukup bermanfaat dan bermakna, serta menambah wawasan pengunjung website Glosarium.org dalam kosa kata yang ada pada LPS,Bank,Sales Person, dsb. Dan, mohon maaf tidak ada penjelasan detail karena konsep website ini hanya sebagai bahan pengingat dan contekan semata.